Detik-Detik Kawah Kesongo Di Blora Semburkan Lumpur Belerang, Warga Lari Tunggang Langgang


 Kamis pagi, 27 Agustus 2020, ketika Marno tengah menggembala kerbau-kerbaunya, tiba-tiba Kawah Oro-oro Kesongo yang berada tak jauh dari rumahnya, meletus hebat. Tanah bergetar seperti gempa. Marno nyaris terjatuh, sementara kerbaunya lari tunggang langgang.

Marno tadinya bermaksud menggiring tiga kerbaunya agar minum di rawa-rawa di dekat kawah belerang tersebut. Namun, dia malah kehilangan kerbaunya yang entah ke mana larinya.

Dia tak tahu ke mana kerbau-kerbaunya pergi karena pada saat letusan mengerikan itu terjadi, dia fokus menyelamatkan nyawanya.

“Sampai sekarang gak kelihatan (kerbau saya),” katanya.

Marno tak sendirian. Setidaknya ada enam petani lain di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, yang juga kehilangan tiga ekor kerbau. Mereka adalah Supri, Sukimin, Parjono, Parji, dan Kadis. Sedangkan Samin, seorang petani lainnya, kehilangan satu ekor kerbau.

Seperti halnya Marno, mereka juga baru saja hendak mengangon kerbau-kerbau mereka ketika letusan itu terjadi.

Jika ditotalkan, maka ada 19 kerbau yang hilang akibat letusan dari bawah tanah itu.

“Kemungkinan tertimbun lumpur. Tapi mudah-mudahan tidak,” ucap Marno, harap-harap cemas.

Menurut sejumlah warga yang menyaksikan, letusan kawah itu berlangsung beberapa kali. Dalam video yang beredar, terlihat lumpur hitam menyembur-nyembur selama beberapa menit. Warga yang menyaksikan terus berdoa selama lumpur menyembur. Apalagi, terlihat pula sejumlah warga di dekat semburan lumpur.

“Cepat, Dik, cepat Nduk, cepat Mbak. Ya Allah, ya Allah. Cepetan, Yu, cepetan Mbak. Astagfirullah,” pekik warga.